Syam Jr Weblog

Archive for Juni 2009

Terdapat pandangan yang berbeda antara SBY dengan Budiono mengenai privatisasi. Suatu isu ekonomi yang ramai diperdebatkan oleh para pendukung masing masing capres/cawapres dikaitkan dengan apa yang disebut dengan neolib versus ekonomi kerakyatan. SBY bersikap konservatif dan hati hati, sehingga pemerintah tidak akan melakukan privatisasi dan tidak akan menjual asset Negara. Sementara Budiono bersikap progresif dengan argumentasi yang mendukung privatisasi BUMN secara selektif. Perbedaan pandangan bukan hal yang luar biasa berkaitan dengan latar belakang pertimbangan untuk mengambil keputusan kebijaksanaan dalam pemerintahan modern. Namun dalam kondisi musim kampanye Pilpres 2009 perbedaan pandangan tersebut bisa menimbulkan implikasi politis bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya.

Sebagaimana disiarkan KOMPAS.com – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan privatisasi dan penjualan aset pemerintah termasuk juga BUMN untuk menutup defisit APBN 2010. Pemerintah lebih memilih untuk menambah utang baik dalam maupun luar negeri untuk menutup defisit sebesar 1,3 persen PDB. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan bahwa pemerintah akan sangat hati-hati dan konservatif dalam menentukan anggaran dalam APBN 2010 nanti. Ia menambahkan, selain utang sumber pembiayaan masih akan mengandalkan dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan penerbitan obligasi. “Presiden menekankan, kita tidak akan melakukan privatisasi dan menjual aset negara,” tegas Paskah, kemarin……”

Pada kesempatan terpisah di Bandung, Cawapres Budiono mengungkapkan, “Ke depannya, privatisasi BUMN harus ditujukan untuk membentuk tata kelola pemerintahan yang baik, yang pada akhirnya dapat menguntungkan rakyat Indonesia,” ujar Boediono dalam diskusi perbankan syariah, Jumat (19/6) di RM Panyawangan, Bandung. Dengan demikian, hingga periode waktu tertentu, pengelolaan BUMN dengan mengombinasikan peran swasta dan pemerintah masih harus dimungkinkan. “Jika BUMN go public, atau memiliki strategic partner, segala aktivitas BUMN menjadi dapat diteropong sehingga terbangun transparansi dan tata kelola yang efektif dan efisien,” ujarnya.”….

Sementara itu dipastikan bahwa pemerintah melalui Kementerian BUMN akan melanjutkan program privatisasi terhadap 30 BUMN pada tahun 2009 yang sebagian besar merupakan pengalihan dari tahun 2008. “Tahun lalu (2008) karena kondisi pasar tidak memungkinkan, maka ada sejumlah BUMN restrukturisasinya carry over (dialihkan) ke tahun depan,” kata Deputi Menneg BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi, M Yasin, seusai  “Excecutive Briefing: A Regional Perspective in The Economic Crisis”, di Jakarta, Selasa (30/12).

Yasin menjelaskan, seharusnya jumlah yang harus diprivatisasi pada 2009 mencapai 44 perusahaan, tetapi karena sejumlah pertimbangan dan situasi ekonomi yang belum pasti maka kemungkinan hanya 30 perusahaan. “Dari 30 perusahaan umumnya skema privatisasinya dilakukan melalui IPO (Initial Public Offering), kecuali perusahaan yang kepemilikan saham pemerintah di dalamnya hanya kecil atau minoritas,” ujarnya. Sikap SBY sebagaimana diungkapkan Paskah Suzzeta, untuk tidak melakukan privatisasi dan menjual asset Negara nampaknya lebih pada tataran ideal, suatu statemen politik dalam nuansa kampanye pilpres dalam hal mana privatisasi dikonter lawan politiknya sebagai ciri neolib. Sementara Budiono yang saat ini bukan “orang pemerintah” karena baru calon wapres, lebih pada realitas empiris dalam hal mana berkaitan dengan kebutuhan pragmatis mengatasi keadaan perekonomian Negara.

Meskipun pernyataan Budiono bersifat perspektif jika terpilih sebagai wapres, tanpa analisa sekalipun maka dapat disimpulkan bahwa yang akan berjalan adalah argumentasi Budiono. Realitas pasar yang membentuk kondisi perekonomian negara akan mengalahkan visi idealis mempunyai analogi sederhana misalnya; bagaiamana  seseorang tidak berutang jika realitasnya memang tidak punya duit sedangkan barang belum laku dijual sementara kebutuhan aktual mendesak. Jadi jika misalnya Budiono adalah “real vice president” maka kayaknya akan terlihat standar ganda dalam menyikapi permasalahan bangsa. Sikap politik SBY pada tataran ideal tidak dijalankan pada tataran operasional.

Hal inikah yang terjadi pada duet SBY-JK? Apakah hal seperti ini akan terulang?  Sekalipun tidak yakin bahwa Budiono akan lebeih “berani” didanding JK, tapi sebagai ekonom  argumentasinya akan dapat mempengaruhi keputusan akhir.

Saya hanya berharap privatisasi tidak dilakukan tergadap BUMN sector industri strategis kalau perusahaan semacam itu masih ada, siapapun presidennya.

Datuk Indon sakti Indra Batara

gelar panglima angin delapan lintang

pasak tanjung peninsula

penguasa oksigen alam maya

kalau membisu angin berhenti

menoleh gunung bergeser

menghembus laut berbuncah

hempaskan busa disela karang

bila tersenyum menghantar jiwa diserbuk sari maka bunga menjadi buah

santapan princes anjani

Tag:

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 215.492 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930