Syam Jr Weblog

Archive for Agustus 2013

23 Agustus 2013. Nampaknya sedang terjadi negosiasi antara kelompok pendukung Morsi atau Ikhwanul Muslimin dengan pihak pemerintah sementara Presiden Adly Mansour guna mengakhiri krisis yang telah banyak sekali menelan korban jiwa. Semoga Langkah bijaksana ini akan mengembalikan stabilitas politik di sana untuk segera memasuki babak baru melalui penyelenggaran pemilu baru.

Dari berbagai artikel tentang Mesir, satu hal sepertinya luput dari pembahasan yaitu apa alasan dan mengapa sikap keras militer yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah Al Sisi. Sikap dan tindakan militer memperingatkan Presiden Morsi untuk mengakomodasi aspirasi politik kelompok oposisi guna mengakhiri konflik politik yang terus berlangsung. Ultimatum yang memberi waktu 48 jam sebelum kudeta militer 3 Juli 2013 yang menggulingkan Presiden Morsi dan membentuk pemerintah sementara President Adly Mansour.

Mengapa Jenderal Al Sisi bersikap sedemikian keras dan kaku terhadap Presiden Morsi? Padahal Jenderal Al Sisi, figure yang dikenal sebagai “Soft-spoken general” , figure santun yang dipilih oleh Morsi sendiri, ketika dia melucuti militer dengan memecat Field Marshal Mohammed Hussen Tantawi dari kedudukannya sebagai Panglima AB Mesir, serta Air Force commander, Lt. Gen. Sami Hafez Anan. Untuk diketahui bahwa dalam parlemen Mesir terdapat 10 kursi yang ditunjuk oleh Presiden yaitu perwakilan Dewan Agung Militer ( Supreme Council of Army Forces – SCAF) dari total 508 kursi di parlemen.

Pada era rezim Mobarak, Dewan Agung Angkatan Bersenjata Mesir (Supreme Council of Army Forces – SCAF) sangat berkuasa dan sepenuhnya dibawah kendali Jenderal Hosni Mobarak, Presiden Mesir selaku panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir. Setelah revolusi 25 Januari 2011 yang menggulingkan Hosni Mobarak dan terpilihnya Mohammed Morsi sebagai presiden sipil pertama, kekuatan politik militer direpresentasikan oleh 10 perwakilan militer di parlemen. Hal ini dapat terbaca bahwa kendali 10 perwakilan militer ini tentu di bawah pengaruh kuat komando Jenderal Al Sisi sebagai panglima militer.

Gambaran kekuatan politik Mesir dapat dilihat dari jumlah dukungan yang menjadi legitimasi politik Presiden Morsi. Dari 508 kursi di parlemen, Morsi mendapat dukungan sepenuhnya dari Partai Keadilan dan Kebebasan ( Ikhwanul Muslimin ) Freedom and Justice Party yang menguasai – 235 seats (47.2%), kemudian dukungan dari Kelompok Muslim independen lainnya ( Other parties ) sebanyak – 18 seats (3.6%) ditambah dukungan 10 kursi perwakilan militer ( 10 seats also appointed by president/military council ).
Sehingga Total dukungan untuk Morsi di parlemen adalah 235+18+10=263 kuris (51,77%) berbanding 245 kursi (48,23%) yang dikuasai oleh oposisi dibawah El Baradei. Dari komposisi seperti ini berarti pihak militer dengan 10 kursi ( 3,6%) di parlemen menjadi bandul politik yang sangat rentan untuk mengalihkan dukungannya kepada oposisi.

Meskipun kecil namun akan sangat menentukan mayoritas suara di parlemen, Kekuatan yang menjadi bandul penentu yang berakibat Presiden Morsi dapat kehilangan legitimasi politiknya. Jika kelompok militer tidak lagi mendukung Morsi maka kekuatan politik akan terbalik. Kelompok opososi akan menjadi 245 ditambah 10 kursi perwakilan militer = 255 kursi ( 50.20% ) dari 508 total suara di parlemen. Sementara Morsi kehilangan 3,6% suara dan posisinya menjadi tinggal 253 kursi atau 49,20% suara. Rekomendasi pihak militer agar Presiden Morsi mengakomodasi kelompok liberal sekuler nampaknya cukup bijaksana. Tetapi rekomendasi pihak militer tersebut tidak diabaikan.

Komposisi Kekuatan Politik di Parlemen Mesir Sebelum Kudeta.
Komposisi Politik Mesir
Komposisi Kekuatan Politik di Parlemen Mesir ( Data diolah dari : Egyptnews.com )

Ketika militer benar benar melakukan kudeta, kelompok ikhwanul muslimin yang merasa berpengalaman menumbangkan Hosni Mobarak mengambil sikap non kooperatif, mereka memindahkan kekuatan politik menjadi tekanan rally massa “parlemen jalanan”, menuntut pembebasan dan pengembalian jabatan Presiden Morsi.

Dalam konteks militer yang sudah bergerak, semua langkah mestinya dikaji secara militer pula. Mengerahkan massa pendukung untuk memaksa militer yang jelas dan pasti bersenjata, sama seperti mengerahkan belalang menutupi rel untuk menghadang menghentikan kereta api. Berjuang tidak cukup dengan hanya mengandalkan keberanian saja, berselendang hak dan semangat berani mati. Tetapi harus realistis bahwa para pendukung yang kita pasang di jalanan adalah nyawa manusia bukan “bidak” permainan catur.

Sekarang kita berharap dan menunggu perkembangan lanjut negosiasi para pihak agar mengendalikan ego kekuasaan masing masing, guna menghentikan konflik dan pembataian yang terjadi. Semoga sejarah pergerakan Ikhwanul Muslimin memberikan pelajaran berharga. Ketika Pemimpin IM Umar Tilmisani mengambil sikap rasional menghadapi sikap militer dibawah Jenderal Anwar Sadat pada 1973, Suatu kebijaksanaan yang melahirkan ribuan intelektual muda IM menjadi kader da’wah yang militant.

Jenderal Abdel Fattah Al-Sisi Egypt

Ketika militer membutuhkan mandat rakyat Mesir, Jenderal Muhammad Najib mengajak Ikhwanul Muslimin untuk iku serta dalam gerakan revolusi menggulingkan kekuasaan absolut monarki Raja Farouk I pada 23 Juli 1952. Tetapi kelompok Ikhwanul Muslimin menolak bergabung dikarenakan alasan bahwa tujuan Revolusi Juli adalah untuk membentuk Republik Arab Mesir bukan Republik Islam Mesir.

Gerakan revolusi berhasil menggulingkan monarki Raja Farouk I yang berada dibawah protektorat Inggris pasca Perang Dunia II. Bangsa Mesir merdeka dengan negara baru berbetuk Republik Arab Mesir pada 18 Juni 1953 dan mendapat pengakuan Inggris pada 1954. Jenderal Mohammad Naguib mendeklarasikan kemerdekaan Mesir dan menjadi presiden pertama Republik Arab Mesir pada 18 Juni 1953, memerintah Mesir sampai dengan 14 Nopember 1954.

Sejak awal saya kira sudah jelas adanya pertentangan ideologis antara pihak militer dengan Ikhwanul Muslimin. Militer menganut paham liberal sekuler barat sedangkan IM menganut paham khilafah Islamiyah. Artikel ini hanya pandangan terbatas penulis mengenai konflik horizontal di Mesir saat ini.

Selanjutnya terjadi kekacauan di di Mesir karena dynasty Mohammad Ali yang diteruskan oleh Raja Farouk II melakukan gerakan perlawanan terhadap revolusi Juli dan Republik Arab Mesir. Gamal Abdel Nasser tampil sebagai pemimpin baru revolusi menggantikan Jenderal Najib, berhasil mengalahkan Raja Farouk II. Jenderal Gamal Abdel Nasser menjadi Presiden kedua Republik Arab Mesir sejak 23 Juni 1956 hingga 28 September 1970.

Nasser menuduh bahwa IM berada dibalik Raja Farouk II Karena hal itu, Jenderal Gamal Abdul Nasser menganggap gerakan Ikhwanul Muslimin menolak mandat rakyat terhadap militer dalam gerakan Revolusi Juli 1952. Militer melakukan penangkapan terhadap pemimpin IM dan memberlakukan tahanan rumah terhadap dinasti Mohammad Ali, bagi keluarga Raja Farouk II

Ketika Jenderal Anwar Sadat berkuasa pada era 70’an terjadi perubahan pandangan militer Mesir, bahwa pertentangan ideologis yang berkepanjangan di dalam negeri akan menghambat pembangunan ekonomi Mesir. Secara otomatis akan menghambat pengembangan kekuatan militer Mesir. Hal ini berakibat melemahkan posisi Mesir menghadapi Israel.
Realitas ini mendorong Anwar Saddat “berdamai” dengan Ikhwanul Muslimin, membebaskan para pemimpin IM dari penjara. Sebaliknya IM dibawah pimpinan Umar Tilmisani yang menggantikan Hudhaibi pada tahun 1973 menempuh jalan kooperatif dengan tidak bermusuhan dengan penguasa.

Gerakan IM lebih focus kepada aspek pelayan sosial, mendidik kadernya menjadi intelektual tersebar ke seluruh dunia, mencetak mereka menjadi pemimpin masa depan Mesir. Sampai pada awal era Hosni Mobarak, kondisi stabil negara Mesir memberi peluang pemuda IM terdidik menjadi intelektual muda yang militant memperjuangkan gagasan Ikhwanul Muslimin, termasuk Mohammed Morsi.

“Morsi received his Ph.D. degree in materials science from the University of Southern California in 1982 with his dissertation High-Temperature Electrical Conductivity and Defect Structure of Donor-Doped Al2O3. He was an Assistant Professor at California State University, Northridge, from 1982 to 1985.In 1985, Morsi returned to Egypt and began to serve as the head of the engineering department at Zagazig University, where he was a professor until 2010”. Dua dari lima putera Morsi adalah warga Amerika Serikat karena dilahirkan di California. Demikian tulis Wikipedia.

Pasca kekalahan Mesir dari Israel dalam perang enam hari pada 1967 Mesir kehilangan Semenanjung Sinai dan coba direbut kembali oleh Anwar Sadat dalam perang Yom Kippur pada 1973. Saya kira langkah Anwar Sadat berdamai dengan Ikhwanul Muslimin adalah salah satu pertimbangan dalam negeri ketika bersiap untuk perang Yom Kippur melawan Israel.

Pada tahun 1977, Anwar Sadat mengadakan kunjungan ke Jerusalem atas undangan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin yang merupakan awal perundingan perdamaian antara Israel dan Mesir. Pada tahun 1978, terciptalah Perjanjian Damai Camp David. Hal ini menimbulkan kemarahan besar dunia arab. Mesir dikecam dan dimusuhi karena dianggap sebagai penghianatan terhadap perjuangan bahwa seluruh wilayah Palestina hanya untuk negara Palestina. Tidak ada sejengkal pun tanah arab untuk Israel.

Sikap negara tetangga menimbulkan gejolak dalam negeri Mesir karena berbagai eksponen gerakan Islam menentang Anwar Sadat dan berupaya menjatuhkannya. Pada September 1981, Anwar Sadat bertindak keras kepada organisasi pergerakan Islam yang diaggapnya fundamentalis, termasuk kumpulan pelajar. Tidak hanya gerakan kelompok Islam terapi semua pergerakan yang dianggapnya dapat mengganggu stabilitas nasional Mesir, termasuk kelompok gerakan Kristen Koptikjuga diberangusnya. Dia menahan dan menangkapi para pemimpin pergerakan tersebut yang menyebabkan Anwar Sadat dikecam diseluruh dunia.

Pada 6 Oktober 1981, Presiden Anwar Sadat tewas ditembak dalam sebuah parade militer. Selanjutnya Jenderal Hosni Mobarak naik sebagai Presiden Mesir. Dimulai dengan melakukan pembersihan dikalangan militer yang dianggapnya disusupi anggota Jihad Islam. Ini merupakan organisasi muslim Mesir berhaluan keras yang menentang perjanjian damai Camp David.

Seiring dengan perjalanan waktu, gerakan IM berhasil mendapatkan dukungan politik yang kuat dari rakyat Mesir. Terutama sekali atas keberhasilan mencetak intelektual muda Mesir sebagai kaderisasi pimpinan IM dan kepemimpinan nasional Mesir. Ketika Presiden Hosni Mubarak sudah tergolong lanjut usia. Sejatinya Ikhwanul Muslimin tinggal menunggu waktu karena faktor usia Hosni Mubarak, pergantian kepemimpinan pasti terjadi pada saat rakyat sudah “melek” dan mempunyai kesadaran politik yang jauh lebih tinggi dari era sebelumnya.

Namun muncul pertanyaan besar siapakah yang akan tampil pasca Hosni Mobarak? Spekulasi berkembang bahwa militer akan tetap mengangkangi negeri Kinanah ini untuk melanjutkan kekuasaan di Mesir. Hal ini menstimulasi pemikiran bahwa IM tidak akan kooperatif dengan militer. Sudah saatnya IM menegakkan cita cita Hasan Al Bana, mendirikan negara Islam berdasarkan konstitusi Islam – Republik Islam Mesir.

Yahudi Israel yang selalui mengintip dengan seksama membuat kalkulasi bahwa apabila IM berkuasa dan militer Mesir menjadi kuat maka ini berarti ancaman serius bagi negara Yahudi. Negeri Mesir tidak boleh stabil sebab akan menumbuhkan kekuatan militernya. Militer Mesir harus dilumpuhkan. Mulailah Isreal menghasut kelompok IM untuk dibenturkan dengan militer. Pacah Revolusi 25 Januari 2011 menjatuhkan Hosni Mubarak.

Jika IM tidak terpancing hasutan Israel dan menunggu saja sampai Hosni Mubarak tidak mampu lagi karena termakan usia. Perkembangan demokratisasi global sebenarnya memberikan kesempatan lebih besar kepada para pemimpin Ikhwanul Muslimin. Faktor utamanya adalah mayoritas rakyat Mesir mendukung IM. Ikhwanul Muslimin hanya membutuhkan kesabaran untuk mengambil alih kekuasaan di Mesir berdasarkan mandate rakyat tanpa gerakan revolusi.

Tetapi spionase menghembuskan propaganda dengan kencang bahwa Jenderal Tantawi akan mengambil alih kekuasaan dari Hosni Mubarak membuat IM khawatir bahwa mereka akan kembali dibawah rezim baru militer Mesir. Artinya IM tidak akan pernah berkuasa jika tidak dengan gerakan revolusi. Gerakan revolusi melucuti kekuasaan Dewan Tertingi Militer, hampir sama meski tak serupa dengan di Indonesia. Gerakan reformasi melucuti Dwi Fungsi ABRI.

Ketika IM berkuasa melalui Presiden Mohammed Morsi segera menggusur Jenderal Tantawi dengan Jenderal Abdel Fatah Al Sisi pada 12 Agustus 2012. Kebijakan Presiden Morsi ini menimbulkan isu baru yang dihembuskan oleh Israel kepada kelompok oposisi liberal sekuler,bahwa Jenderal Al Sisi adalah tangan Ikhwanul Muslimin menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Mesir. Kelompok oposisi melakukan maneuver untuk mengujinya. Terakhir kelompok sekuler liberal menggelar demo dengan 17 juta orang turun kejalan di seluruh negeri, menguji ke arah mana orientasi politik Jenderal Abdel Fatah Al Sisi.

Meskipun Jenderal Abdel Fattah Al Sisi dikenal Presiden Morsi sebagai muslim yang taat ibadahnya. Dia tetaplah seorang tentara dengan kultur militer Mesir sebagaimana para pendahulunya. Dia mengambil keuntungan dan kesempatan berdiri dibelakang kelompok oposisi dengan memberikan peringatan kepada Presiden Morsi agar bersikap akomodatif terhadap kelompok oposisi guna mengakhiri konflik ideologis rakyat Mesir.

Morsi tidak menghiraukan peringatan tersebut dan tidak mau berdialog, non kooperatif karena menang melalui pemilu demokratis. Demokrasi memang system yang sah memberikan mandate kekuasaan. Tetapi bagaimana kekuasaan itu digunakan, tentu untuk kepentingan seluruh rakyat Mesir. Dedikasi Mohammed Morsi kepada Partai Kebebasan dan Keadilan ( Freedon and Justice Party ) berakhir, ketika ia terpilih sebagai presiden. Pengabdiannya dilanjutkan kepada seluruh rakyat Mesir, termasuk mereka yang tidak memilihnya. Kebijakan dan tindakannya tidak hanya untuk kepentingan kelompok Ikhwanul Muslimin.

Ketika Morsi menolak untuk berdialog, hal ini memang ditunggu oleh Jenderal A Sisi untuk menjadi alasan melakukan kudeta pada 3 Juli 2013. Alasan lainnya adalah kekuatiran kelompok sekuler liberal dan non muslim bahwa Kebijakan Presiden Morsi membuka lebar pintu ke Jalur Gaza akan memunculkan konflik latent dengan Israel. Berarti menghadapkan seluruh rakyat Mesir dibawah hujan roket Israel. Bagi kelompok Ikhwanul Muslimin hal itu adalah jalan Jihad, merupakan keniscayaan. Tetapi bagi kelompok lainnya hal itu berarti kesengsaraan yang menjadi beban rakyat Mesir.

Nampaknya pihak militer Mesir mempunyai pandangan yang sama dengan kelompok sekuler liberal. Militer dihadapkan pada pilihan sulit, mendukung Morsi berarti harus siap tempur menghadapi Israel. Hasilnya.kudeta militer pada 3 Juli 2013, kelompok Ikhwanul Muslimin melalui Presiden Mohammed Morsi hanya sempat berkuasa sekitar satu tahun. Sekarang militer Mesir, Jenderal Abdel Fatah Al Sisi dikecam seluruh dunia sama seperti Jenderal Anwar Sadat pada 1981.

Bandingkan dengan reformasi di Indonesia. Dari sudut kepentingan Yahudi AS dan Uni Eropa, Indonesia tidak boleh stabil karena apabila peranannya semakin kuat membentuk stabilitas kawasan Asia. Berarti suatu ancaman nyata terhadap kepentingan mereka dalam persaingan ekonomi global. Kasawan Asia yang stabil akan mendorong lebih cepat pertumbuhan dan kemampuan persenjataan militer RRC.

Bandingkan juga, reformasi Indonesia digerakkan oleh kelompok Islam yang diawali dengan gerakan menentang azas tunggal Pancasila, memang berhasil mendudukan KH.Abdurachman Wahid sebagai Presiden RI. Namun selanjutnya setelah kurang lebih dua tahun, Gus Dur dilengserkan, kemudian kekuasaan dikontrol oleh kelompok nasionalis liberal.

……..bersambung ke  bagian 2


Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 215.175 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Agustus 2013
S S R K J S M
« Nov   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031