Paytren's Syam Jr

Arsip Penulis

Membaca langkah politik YIM yang disebutnya sebagai professional dan gratis ketika bersedia menerima sebagai pengacara capres pasangan JKW-MA. Saya coba membuat catatan prosfektif terkait Pemilu 17 April 2019;

  1. Kubu Prabowo-Sandi akan menggugat hasil Pemilu 2019 terutama terkait perhitungan Pilpres.
  2. Tugas dan tanggung jawab YIM menghadang gugatan tersebut dan memenangkan JKW-MA.
  3. YIM bertanggungb jawab dan proyeksinya HTI menang perkara kasasi di Mahkamah Agung / membatalkan SK. Kemenkum HAM tentang pencabutan badan hukum HTI.
  4. Dengan demikian kegiatan ormas HTI menjadi legal dan seluruh kader HTI berjuang memenang Partai Bulan Bintang untuk lolos 4% Parliamentary Threshold.
  5. YIM PBB PBB dan punya kursi di DPR RI.
  6. PBB gabung koaliasi partai pendukung pemerintah.

YIM politisi professional sebagai pemimpin PBB meski harus gratiskan jasa keahliannya sebagai pengacara. ini catatan pengingat dan akan dibuktikan nanti pasca Pemilu 17 April 2019.

Tetapi sebelumnya indikasi lebih awal dapat dibaca adalah keputusan Kasasi Mahkamah Agung yang memenangkan HTI.

Konsep negara khilafah pada dasarnya terikat dengan kenabian kerasulan sehingga setelah Rasulullah Muhammad SAW tidak ada lagi khalifah. Kerasulan kenabian adalah “mandate” langsung dari Allah SWT.
Khalifah dianggkat langsung dari langit, khalifah tidak dihasilkan dari konsili atau hasil kesepakatan antar ummat manusia melalui pemilu demokratis.
Khalifah juga bukan jabatan warisan nenek moyang. Tidak semua keturunan Nabi Adam AS lantas menjadi nabi karena warisannya.

Ini materi tentative sebagai pembuka…….

Sumpah Pemuda 1928 membangkitkan semangat membangkitkan jiwa sebagai bangsa merdeka. Semangat yang loyo karena mentalitas tak berdaya sebagai pihak yang terjajah memang harus dibangkitkan agar mampu tampil bergerak dan berjuang untuk merdeka.
Itulah makna dan peran Sumpah Pemuda dalam proses menuntut keadilan dan kemerdekaan sebagai bangsa.
Bagaimana caranya membangkitkan menggelorakan jiwa bahwa kita adalah suatu bangsa, masing masing komponen bangsa ini mempunyai caranya sendiri sendiri. Para kiayi mencatatkan langkah sejarah menggelorakan jiwa yang loyo menjadi jiwa yang bangkit dan bangun melawan penindasan penjajah Belanda.
Melalui upaya dakwah dan pengajian mereka meyakinkan seluruh jama’ah, seluruh kaumnya bahwa Allah SWT pasti berpihak kepada kaum yang tertindas dalam menghadapi penindasan kaum penjajah Belanda. Dengan kalimat tauhid dan takbir para kyai meyakinkan bahwa Allah SWT pasti menolong perjuangan kaumnya menghadapi penindasan penjajah Belanda.
Tegas, untuk membangkitkan jiwa menggelorakan semangat perlawanan terhadap penindasan itulah pada kyai meneriakan kalimat tauhid dan takbir.

Dulu sebelum reformasi di kota Jakarta masih rame penjaja koran. Nah supaya laku dagangannya mereka selalu meneriakan “koran koran berita penting berita penting….tokoh geng maling dirampok…“koran koran berita penting berita penting….tokoh geng maling dirampok….
Lantas ada juga yang tertarik dan membeli….

Nah kejadiannya ketika di halte seputaran jalan Medan Merdeka atau sekitar Monas terlihat kerumunan orang berseragam Korpri. Si penjaja koran berteriak lagi
“koran koran berita penting berita penting….seorang guru tertipu“
“koran koran berita penting berita penting….seorang guru tertipu“

Rupanya ada diantara yang berseragam Korpri adalah guru dan tertarik untuk membaca berita lantas membeli. Sampai habis tulisan dalam koran yang dibelinya tadi dia baca sampai ke iklan iklannya… ternyata tidak ada berita tentang seorang guru yang tertipu.

Selanjutnya kisah bersambung… si pedagang teriak lagi

“koran koran berita penting berita penting….seorang anggota ABRI tertipu“
“koran koran berita penting berita penting…. seorang anggota ABRI tertipu“
Laku lagi satu dibeli oleh anggota ABRI yang dan tertarik untuk membaca beritanya

Pas ada keliatan yang bersaram polisi lantas si penjaja koran teriak lagi lebih kencang….
“koran koran berita penting berita penting….seorang polisi tertipu“
Kok ada yaa nggota Polisi yang tertipu lantas si polisi ikutan beli.

Asyiiikkk laku lagi satu dibeli pak polisi…..nasiiib pak polisi juga tertipu
Nah sampai disini operasi pasar berlangsung mulus hehehe…

Tanpa merasa dosa menipu orang si penjaja koran teriak lagi…tapi kali ini dia kebablasan
“koran koran berita penting berita penting….seorang hakim tinggi tertipu“
“koran koran berita penting berita penting…. seorang dozen tertipu“
“koran koran berita penting berita penting…. Seorang pengacara tertipu“
“koran koran berita penting berita penting…. seorang bupati tertipu“…….

Tetapi kerjaaan nggak halal pasti akhirnya terbongkar juga….

Rupanya si polisi yang tadi membeli korannya kesal banget…karena tidak ada berita dalam koran yang dibelinya berita tentang seorang polisi yang tertipu…satu huruf saja tidak ada beritanya.

Merasa ditipu oleh pedagang koran tadi lantas si polisi minta anggota polisi lainnya untuk menangkapnya….cekelll

di pos jaga Sang polisi ngomel ngomel….”hey gemblung…kamu kira gampang nipu polisi yaaa…dan kamu bisa lolos…
“Polisi mau kamu tipu…sontoloyooo….plaakkk”

Tetapi si polisi….dia instopeksi dirinya mengapa dia percaya saja dengan omongan provocative…dalam hati dia mengakui dirinya yang sontoloyoo…

Sebagai pejabat public yang dipilih melalui pemilihan umum seperti Gubernur atau Walikota maupun Bupati terpilih melalui Pilkada wajarlah jika kemudian menyatakan secara terbuka dengan berkata “saya mendukung Presiden RI”. Pernyataan dukungan dalam konteks Presiden sebagai institusi pada sistem dan tatanan kenegaraan Republik Indonesia.

Tetapi sangat tidak etis ketika menyatakan diruang public dengan berkata “saya mendukung Prabowo”. Pernyataan seperti ini mempunyai mass appeal terkait beliau adalah figure yang maju sebagai Capres Pemilu 2019.

Pernyataan diruang publik seorang Gubernur atau pejabat public lainnya yang seperti ini sangat partisan. Sebab bagaimanapun ketika figure sudah terpilih maka secara otomatis menjadi pejabat public bagi seluruh lapisan masyarakat bangsanya.

“My loyality to the party end when loyality to the state began.” Kalau diterjemahkan kira-kira seperti ini, “Loyalitas saya berakhir kepada partai, seketika pengabdian saya pada negara dimulai”. John F. Kennedy Presiden ke-35 Amerika Serikat pada tahun 1961. Pernyataan inteletual yang cerdas dengan kapabelitas penuh sebagai pemimpin bangsa

Demikian pula delapan dari Sembilan Gubernur Kepala Daerah Provinsi, setelah dilantik lantas dengan fasih mengatakan “saya mendukung Jokowi”. Pernyataan seperti ini bernilai kampanye politik, mengandung bobot mass appeal terkait beliau adalah figure Capres Pemilu 2019.

Pernyataan diruang publik seorang Gubernur atau pejabat public lainnya yang seperti ini sangat partisan. Pernyataan ini disamping tidak etis sekaligus tidak menhayati makna jabatan public figure pada kehidupan demokratis dalam tatanan kenegaraan Republik Indonesia.

Melaui Pilkada atau melalui Pemilu 17 April 2019, kita memang membutuhkan pemimpin dalam kehidupan bernegara. Tetapi kita juga sangat pembutuhan intelektual yang cerdas untuk membawa kehidupan berkeadilan bagi seluruh rakyat.
Kita sangatlah berkeberatan ketika Presiden Republik Indonesia dilecehkan menjadi sakadar petugas.

Pada Pemilu 17 April 2019 kita membutuhkan Pemimpin intelektual yang cerdas dengan kapabelitas penuh sebagai pemimpin bangsa dan mumpuni untuk membimbing mengantarkan bangsa ini ke puncak budayanya.

Semoga disadari bahwa aspirasi politik kaum muslimin Indonesia sekarang terbelah. Satu pihak adalah ummat yang aspirasinya ingin mengamalkan dengan totalitas penuh syariat Islam namun stigmative dengan cap radikal. Satu pihak sebelahnya dibombong sebagai aspirasi ummat yang toleran dengan jargon Islam Nusantara.

Keduanya diperhadapkan satu dengan lainnya, liberal sekuler, neoliberalis dan bahkan komunis tersenyum membayangkan keuntungan politik dari perseteruan ummat Muslimin Indonesia.

Semoga disadari bahwa sorban para kyai sedang dikibar kibarkan, dijadikan panji panji kampanye pemenangan Pemilu 2019.

Negara Adidaya yang menguasai Laut China Selatan verus sekutu yang menguasai Samudera Indonesia sedang bersaing, sangat berkepentingan untuk menarik keuntungan politik dari kondisi nasional NKRI jelang Pemilu 2019.

Bukan tidak mungkin mereka melalui dipolomatnya dan upaya cyber diplomacy lainnya melancarkan agitasi dan kegiatan spionase membelah ummat Muslim yang realitasny adalah mayoritas bangsa ini.

Waspadalah…
Kaum Muslimin Indonesia
Satu kata…BERSATULAH
#2019GantiPresiden

Gerakan dengan tagar #2019GantiPresiden pada dasarnya adalah gerakan reformasi. Namun sampai hari ini hanya mengemukakan problem bangsa Indonesia tanpa konsep solusinya. Mungkin hal ini karena terkait dengan Pemilu 2019, sehingga solusi yang sekaligus strategi pemenangan memang “disembunyikan” dulu dan akan tampil nanti pada saat yang tepat.

Tetapi apakah betul gerakan #2019GantiPresiden memang sudah punya konsep solusi terhadap permasalahan bangsa ini atau sekadar eporia ambisi politik? Pemrmasalah bangsa kita memang sudah gigantis Kita berharap janganlah sampai terjadi sekadar ganti mengganti kekuasaan, sementara kesejahteran rakyat semakin jauh dari dapurnya.

Enam Tuntutan Reformasi 1998.
Sebab pengalaman mengajarkan kita bahwa gerakan reformasi 1998 hanya sekadar mengganti penguasa, gerakan yang nyaris tanpa konsep solusi bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kesejahtraan nasional. Enam tuntutan reformasi yaitu :
1. Supremasi hukum
2. Pemberantasan KKN
3. Pengadilan mantan Presiden Soeharto dan kroninya
4. Amandemen konstitusi
5. Cabut dwifungsi TNI/Polri
6. Pemberian otonomi daerah seluas- luasnya.

Sayangnya implementasi enam tuntutan tersebut tidak terkonsepsi pada infra dan sufrastruktur kehidupan bernegara, sehingga pemerintahan berkuasa yang terbentuk kemudian tidak terikat dengan enam tuntutran reformasi tersebut secara konstitusional.

TRITURA Angkatan 66.
Sangatlah berbeda dengan gerakan reformasi angkatan 1966 yang dimotori oleh gerakan mahasiswa diantaranya oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dengan tuntutan yang dikenal sebagai TRITURA atau tiga tuntutan rakyat yaitu :
• Turunkan Harga
• Bubarkan PKI
• Retooling Kabinet.

Selanjutnya Tritura ini terkonsepsi pada pola pembangunan nasional berencana lima tahun ( Repelita ) dalam bentuk Garis Besar Haluan Negara ( GBHN ) yang mempunya prinsip :
• Stabilitas Politik
• Stabilitas Ekonomi
• Pemerataan Pembangunan

Bahkan untuk tuntutan Bubarkan PKI sebagai starting point stabilitas politik sangat jelas landasan kosnstitusionalnya yaitu berupa Ketetapan (TAP) MPR RI nomer 25 tahun 1967. Dengan demikian stabilitas politik sebagai kebijakan pemerintah adalahkehendak seluruh takyat Indonesia yang dimandatkan melalui MPR RI.

Sekarang pertanyaannya apakah gerakan #2019GantiPresiden yang dengan gegap gempita menggaungkan problema besar dan berat bangsa ini….lantas apa konsep solusinya.
Kita memang berharap terjadi #2109GantiPresiden. Tetapi janganlah sampai terjadi hanya sekadar ganti mengganti kekuasaan, sementara kesejahteran rakyat semakin jauh dari dapurnya.


Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 212.987 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

November 2018
S S R K J S M
« Okt    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930