Syam Jr Weblog

Archive for the ‘folklore’ Category

What’s originally view landscape of Banjarmasin, the capital city of South Kalimantan Province – Indonesia that namely City of thousand river. It is located at 3°20′S, 114°35′E, on a delta island near the junction of the great Barito river and Martapura river. As a result, Banjarmasin is sometimes called the “River City”. Its population is about 567,000 (2003). Young designer Shen Shadiqien changes the image become more exotic view by editing techniques. That’s looks like my dreaming city…wow

To changes the image become more exotic view by editing techniques.

To changes the image become more exotic view by editing techniques.

Banjarmasin still in dreaming

Banjarmasin still in dreaming

REPUBLIK INDONESIA
PADA HARI INI MERAYAKAN PROKLAMASI KEMERDEKAANNYA YANG KE 63. KEPADA MEREKA YANG BERDEDIKASI MENEGAKKAN NILAI MATA UANG RUPIAH PATUT MENDAPAT KEHORMATAN DIABADIKAN BERSAMA PUISI INI.

puisi-kemerdekaan1

Baca entri selengkapnya »

Obama always brings along him a little mascot? Is that mean as magic power? That is not true. I don’t believe that issues. But someone told me, a group India citizen propose God’s statue Hanuman to him. They want to blessing Democrat’s presidential candidate winning on November election. That group decides to send Hanuman statue while knowing Obama pick a little accessory image of monkey statue.

Brij Mohan Bhama, the Obama’s fans of India says, ”The God statue was 15 kilograms of weight, 61 cm length, because I believe Obama will changes to better relationship to India if be elected in Presidential Election”.
What is Hanuman? I don’t have good enough reference about that original epic story Ramayana by Maharishi Valmiki of India.

Tapi disini saya ada folklore yang kuingat yaitu tentang pertarungan antara dua saudara kembar karena memperebutkan cinta perawan cantik luar biasa. Ceriteranya saya gubah dibawah ini.
Baca entri selengkapnya »

What is the great idea that you want to campaigning on your blog? To choice words what style did you want to make sentences should have word feeling, appreciate and feeling nicely by your readers.
I think all of us had different techniques to explore ours abstractive mind into the written ideas. Its just like the dancer explores their body act to become a choreography have limitation of axle pattern.
Same as to explore your mind expressed into written idea have limitation of vocabulary. But if you could compare when you think what you see, that is different than if you see what you think.

The result is your feeling more free than before to write an article in English what you want to campaigning on your blog. I have mentioned this just to whom who speak Bahasa like me. I know you can speak Bahasa fluently. But did you could writing smartly your ideas to created an article even in Bahasa too. Your didn’t sure about that. Aren’t you?

Meanwhile you want to create an article in English, I think we agree how difficult to translate the article in Bahasa into English concern to understandable meaning word as same “feeling” as your mother tongue. You jailed by yourself that you do not have enough vocabulary to write in English.
Unfortunately, some of us like me try to think as like as others people who speak English as their mother tongue. There are different cultures background in which make differences how to expressed their mind. That is a solution better you set your mind in English nor in Bahasa.
So don’t see your computer monitor screen because it could be lost ideas, getting out of your mind. If you watching screen while you are writing, it’s mean you have think what have seen.
The right way, of course just on my opinion, turn off your monitor then you could see what you thing about your ideas. But first of all you might learn techniques how to manage those ideas.
Honesty I often bore when I could not regenerated my words than become feel stuck. But sometimes I am joking and say to my self, “don’t worry you have a magic spell… “hukhukbalukumbaaaang”….it happen my word just coming flow again…

Next you can follow an compelete article about prewriting follow to the link bellows

Baca entri selengkapnya »

Bertepatan dengan hari wafatnya Pak Harto, seminggu yang lalu, di kampoengku telah pula berpulang ke rahmat Allah SWT, si fulan bin fulan. Almarhum adalah warga biasa, dia adalah dia, bukan pejabat bukan pula orang jahat. Tanpa kerepotan berlebihan, jenazah diselenggarakan dengan seksama, banyak kerabat melayat termasuk aku melakukan takziah menyampaikan dukacita.
Selesai dimandikan, dikafan, disholatkan, diantar kepemakaman hanya dengan usungan keranda tanpa mobil dengan sirene tolat tolet. Karena memang didesa yang jalannya tidak dapat masuk mobil.
Ketika jenazah masuk keliang lahat dikumandangkan azan diiringi pembacaan surah Yaasin. Keluarga dan kerabat nampak tabah menghadapinya realitas kematian sebagai bagian dari perjalanan menuju keabadian. Tangis meski tanpa air mata memang manusiawi adanya.
Eh, maaf ada satu yang terlewatkan, ketika sholat jenazah dan imam selesai mengucap salam, pada saat itu oleh ustaz ditannyakan kepada seluruh hadirin. Apakah si fulan yang meninggal ini adalah orang yang baik.?
”choir” jawab jamaah.
Ditanyakan tiga kali dijawab tiga kali.
Ada testamen yang menyatakan bahwa almarhum adalah orang yang baik.
Upacara ditutup dengan khutbah talqien, doa dan tabur bunga seadanya. Semuanya serba biasa, almarhum mulai menjalani kehidupan yang lain.
Yang luar biasa adalah mereka yang masih hidup. Menjadi luar biasa karena ada saja yang memberi komentar kepada yang sudah almarhum. Komentarnya itulah yang menimbulkan konflik dan nyaris insiden.
Anda ingin tahu bagaiama sih komentar yang nyaris menimbulkan baku bacok. Entah karena terobsesi penyataan para ”tokoh” di teve maupun koran. Dengan nada minor, si Fulus berucap ” ya sebaiknya beliau kita ampuni saja”
Begitulah lagaknya seperti ketua partai kasih komentar sehabis bezuk ke RSPP. Rupanya omongan ini sampai pula ketelinga kerabat dan terus merambat ke ahli waris almarhum.
Dalam fikiran dan adab orang kampung, tak sepantasnya kita yang sehat memposisikan yang sakit sebagai orang bersalah. Apalagi jika dalam keadaan sakaratul maut. Ucapan “kita ampuni saja” bermakna bahwa yang barusan kita bezuk adalah orang yang bersalah.
Ucapan seperti itu dalam konteks sehabis bezuk terdengar angkuh dan tidak berdasarkan azas humaniter praduga tak bersalah. Selayaknya kita yang sehat justeru yang berkesempatan minta maaf kepada yang sakaratul maut. Sebab beliau tak mungkin lagi mengucapkannya secara pribadi.
Oke kita kembali ke bahasan semula. Selanjutnya anda bisa menebak bahwa keluarga almarhum minta penjelasan akan yang dimaksud dengan ”diampuni saja” dan siapa saja ”kita” itu tadi. ” Sejak jaman reformasi dia selalu menghujat orang tua kami, mengatakan tanahnya diserobot tetapi tidak bisa membuktikan apapun di pengadilan, meski sejari miringpun dia tidak bisa memberi bukti apa apa, mengapa terus menyebar fitnah bahkan ketika orang tua kami sudah tiada. Kalau kalah dipengadilan karena tidak punya bukti kenapa mengatakan pengadilannya yang nggak becus. Memangnya dia nggak punya dosa? Memangnya dia tuhan…apa…setan sih.
Begitulah omelan yang namanya orang lagi marah. Sang Ustaz yang dengan sabar mendengarkan curhat itu kemudian membacakan beberapa ayat yang aku tidak paham. Penawar dingin rupanya. Tapi sepertinya sang ustaz wejangkan makna tentang mengambil hikmah, memberikan keteduhan, kharisma sabar, sabar dan sabar.
”Kalau seseorang menuduhkan perbuatan munkar dan dia tidak bisa membuktikannya maka dia akan bertanggung jawab di akhirat kelak, semuanya akan dihitung, ditimbang dan diganjar oleh yang maha adil. Jika itu fitnah maka seluruh dosa orang yang dituduhnya akan ditanggung oleh mereka yang memfitnah”.
Maka serahkanlah seluruh urusannya kepada Allah Maha Pengadil. Malam harinya akupun tidak bisa tidur, karena pada waktu takziah ketika almarhum terbaring sakit, tak sempat terucap mohon maaf kepada beliau. Aku sungguh berduka.
Sepanjang pengalaman Yono selama dua puluh tahun jadi sopir angkot belum pernah kejadian ada penumpang yang kentut dalam taksinya. Nah kemaren bener bener kejadian…..peschshssss gak bunyi memang tapi baunya menebar….wow minta ampouuun.
Dampaknya…yeilee, Nyaris terjadi adu bacot karena ada yang ngomong nyindir yang lain, menuding sesama penumpang telah melepas gas malu maluin itu.
Tidak ada penumpang yang mau mengaku…tentu saja….takut dituduh korupsi.
Tapi Yono rupanya segera mengatasi keadaan, dia lantas ambil kebijaksanaan;
“Sudahlah gak usah ribut gara gara kentut kalau gak ada yang ngaku boleh nuding sopir aja,
kan anginnya berembus dari depan” katanya kalem.
Meledaklah ketawa penumpang, bahkan ada yang nyeletuk…abang abis makan semur jengkol yee……
Untungnya tidak ada penumpang yang turun ditengah jalan, semuanya nyampe terminal. Demikian peristiwa angin kejepit itu terjadi, sperti nggak ada kejadian apa apa.
Lalu sang sopir menerima ongkos satu persatu..semuanya sudah bayar…beres.
Tetapi mas Yono agaknya masih penasaran pengen tahu siapa sih sebenarnya yang kentut?
Sementara orang orang masih belum jauh, sang sopir berpengalaman ini dapat ide berlian, langsung dia berteriak……hey yang kentut belum bayaaaar….
Rupanya karena merasa diteriaki, dibilang belum bayar, maka secara spontan diantara penumpang tadi ada yang menjawab dengan berteriak pula ……suudaaah !!!
Nah ketahuanlah itu si biang kentut di angkotnya.

Dalam folklore kita diceriterakan tentang kesepakatan para wali untuk menghukum Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. Kesepakatan yang sebelumnya didahului dialog langsung para wali dengan S2J menggambarkan bahwa “kebijakan” diambil dan dilakukan secara demokratis. Adalah S2J harus dikuburkan hidup hidup dan hal itu disepakati pula oleh S2J sendiri.

Ceritera semacam ini bertebaran diseantero memori rakyat Indonesia dengan tokoh berbeda tapi tema tetap sama. Diakhir ceritera selalu diungkapkan bahwa S2J atau tokoh lainnya itu tidaklah mati tetapi ghaib, jasadnya tidak pernah ditemukan, gone to the nets absorb by energy. Ada satu kebenaran yang tidak bisa dicerna dengan parimeter kehidupan normative.

Baca entri selengkapnya »


Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 221.676 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Oktober 2020
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031