Paytren's Syam Jr

Archive for the ‘ideologi’ Category

Semoga disadari bahwa aspirasi politik kaum muslimin Indonesia sekarang terbelah. Satu pihak adalah ummat yang aspirasinya ingin mengamalkan dengan totalitas penuh syariat Islam namun stigmative dengan cap radikal. Satu pihak sebelahnya dibombong sebagai aspirasi ummat yang toleran dengan jargon Islam Nusantara.

Keduanya diperhadapkan satu dengan lainnya, liberal sekuler, neoliberalis dan bahkan komunis tersenyum membayangkan keuntungan politik dari perseteruan ummat Muslimin Indonesia.

Semoga disadari bahwa sorban para kyai sedang dikibar kibarkan, dijadikan panji panji kampanye pemenangan Pemilu 2019.

Negara Adidaya yang menguasai Laut China Selatan verus sekutu yang menguasai Samudera Indonesia sedang bersaing, sangat berkepentingan untuk menarik keuntungan politik dari kondisi nasional NKRI jelang Pemilu 2019.

Bukan tidak mungkin mereka melalui dipolomatnya dan upaya cyber diplomacy lainnya melancarkan agitasi dan kegiatan spionase membelah ummat Muslim yang realitasny adalah mayoritas bangsa ini.

Waspadalah…
Kaum Muslimin Indonesia
Satu kata…BERSATULAH
#2019GantiPresiden

Mungkn anda sama kagetnya seperti saya ketika ada teman yang nyeletuk pada oblrolan off topic di erte; ” bagaimana sih mengalahkan PKS?’. Nah…kaget nggak. Berarti PKS sudah menang duluan sebelum bertanding pada Pemilu 2009. Lantas pembicaraanpun berlanjut, terutama saya kepingin tau apa latar belakang pemikiran dari pertanyaan sekaligus pernyataan tadi.

Baca entri selengkapnya »

Kampanye politik yang lagi ngetren dibicarakan aktivis partai adalah iklan yang menampilkan para pahlawan diantaranya Bung Karno dan Pak Harto. Saya gunakan istilah aktivis partai karena untuk disebut sebagai politisi terasa kurang representatif. Aktivis yang pokoknya asal debat saja biar dianggap tokoh. Maksudnya, dengan memperdebatkan masalah iklan politik kali ini, target nilai keuntungan politiknya tidak begitu signifikan untuk kepentingan partainya sendiri apalagi untuk kepentingan nasional.

Baca entri selengkapnya »

“…ada upaya lain yang lebih mulia karena merupakan implementasi dari falsafah kehidupan bernegara yaitu laksanakan azas musyawarah mufakat, sebagaimana digariskan Pancasila”.

Dari banyak peristiwa Pilkada di berbagai daerah penjuru tanah air selalu ada penomena protes dengan tuduhan telah terjadi kecurangan. ” kami akan tempuh jalur hukum” begitulah sering diucapkan politisi semua tingkatan baik lokal maupun nasional. Ungkapan yang diucapkan dengan penuh pe-de.
Sadar tidak sadar, jalur hukum ditempuh setelah timbul konflik. Proses pilkada hampir selalu berujung pada konflik horizontal yang kontra produktif bagi kehidupan berbangsa. Dari realitas ini kita bisa membayangkan betapa menyedihkannya manakala konflik horizontal terjadi dalam konteks Pilpress 2009. Konflik yang akan sangat fatal apabila menyulut disintergrasi bangsa.

Baca entri selengkapnya »

Inilah Capres RI 2009 dalam wacana sementara sebagaimana kabar di kabarkan:

1. Abdurachman Wahid
2. Agung Laksono
3. Akbar Tanjung
4. Anis Matta
5. Bang Yos
6. Fadel Muhammad
7. Fajrul Rahman
8. M. Yasin
9. Megawati Soekarnoputri
10. Prabowo Soebianto
11. Ratna Sarumpaet
12. Rizal Malarangeng
13. Susilo Bambang Yudhoyono
14. Soetrisno Bachir
15. Sri Sultan Hamengkubuwono X.
16. Tim Boen Wang

17. Wiranto
18. Yudi Chisnandi
19. Yusril Ihzamahendra
20. Yusuf Kalla

Dan mungkin masih banyak lagi yang masih menunggu hasil Pemilu Legislatif, maupun yang diam diam tapi berminat. Diantara nama nama tersebut diatas tentu ada yang paling prospektif menjadi presiden. Tapi mungkin pula ada figur yang memang sudah dituliskan digaris tangan meskipun gak gembar gembor. Siapa seh namanya ;

SBU Center Fdn. Research and Education Center.

Donation : SBU Center Fdn. Research and Education Center.

Baca entri selengkapnya »

MPR RI adalah wujud prinsip dasar kehidupan kenegaraan yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” dari Pancasila. sebagai karateristik bangsa Indonesia. Dengan prinsip dasar ini di Indonesia tidak ada tirani minoritas atau sebaliknya diktator mayoritas. Negara dipimpin dengan bijaksana tanpa ego kekuatan politik mayoritas. Berdasarkan prinsip ini maka MPR RI secara praktis adalah pemegang mandat kedaulatan rakyat Indonesia.
Konon kabar mutahir, ada usulan untuk membubarkan lembaga tinggi Negara ini. Konon pula alasanya adalah untuk mewujudkan sistem bikamera.l Alasan ini terasa makin aneh, karena bukankah MPR terdiri dari DPR dan DPD yang berarti sudah menjalankan system bikameral Apakah hal ini yang diusulkan pemerintah?. Terasa janggal memang kalau hal ini gagasan politik pemerintahan sekarang. Tetapi janggal atau tidak sesuatu bisa saja terjadi tanpa memperhatikan apa yang telah diletakkan pondasinya oleh founding father negeri ini. Itulah keadaan kita sekarang.
Jika argumentasinya cuma masalah anggaran dan gaji anggota MPR, maka hal ini terlampau naïf. MPR yang terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD dan mereka semua sudah mendapatkan gaji dan fasilitas di institusinya masing masing, jadi tidak perlu lagi memberikan tunjangan apapun termasuk anggaran untuk berbagai kunjungan atau outbond lainnya. Mengenai administrasi mapun acara persidangan, tata laksananya pasti bisa oleh Menteri Sekretaris Negara. Jadi tidak perlu membubarkan MPR.
Kebebasan berpolitik memang memberikan ruang memperjuangkan suatu gagasan, namun perlu diingat bahwa kebebasan tersebut harus pula memberikan kebebasan bagi yang lainnya. Pancasila memperlihatkan titik singgung agar tidak terjadi benturan yang berakibat kehancuran kehidupan berbangsa bernegara. Lembaga MPR adalah tempat orang bijaksana bermusyawarah agar kehidupan berbangsa bernegara dapat terjaga dengan baik.
Seluruh aliran politik yang ada di Indonesia sekarang memang sedang bergerak mewujudkan apa yang menjadi idealisme mereka. Tidak terkecuali mereka yang menganut paham komunisme. Hanya saja komunis tidak dapat masuk kedalam tatananan kerhidupan kenegaraan karena adanya TAP MPR yang melarang ideologi komunis di tanah tercinta ini.
Setelah gerakan reformasi pun ternyata tidak sepenuhnya mermberikan ruang gerak bagi komunisme meski terdapat kebebasan untuk mendirikan partai politik.
Sekarang semua kita dapat berfikir dengan jernih agar tidak terlepas dari prinsip dasar yang telah menjadi karakter nasional kita yaitu Pancasila. Jadi kalau ada gagasan untuk membubarkan MPR RI kita dapat mengenalinya sebagai langkah politik strategis untuk mengusung kembali komunisme kedalam tatanan kehidupan kenegaraan,
Dengan cara ini TAP MPR yang melarang komunisme akan kehilangan validitasnya dan berarti melicinkan jalan bagi komunisme kembali menjadi aliran politik legal di Indonesia.

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 212.121 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

September 2018
S S R K J S M
« Agu    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930