Syam Jr Weblog

Archive for the ‘Opini’ Category

Gerakan dengan tagar #2019GantiPresiden pada dasarnya adalah gerakan reformasi. Namun sampai hari ini hanya mengemukakan problem bangsa Indonesia tanpa konsep solusinya. Mungkin hal ini karena terkait dengan Pemilu 2019, sehingga solusi yang sekaligus strategi pemenangan memang “disembunyikan” dulu dan akan tampil nanti pada saat yang tepat.

Tetapi apakah betul gerakan #2019GantiPresiden memang sudah punya konsep solusi terhadap permasalahan bangsa ini atau sekadar eporia ambisi politik? Pemrmasalah bangsa kita memang sudah gigantis Kita berharap janganlah sampai terjadi sekadar ganti mengganti kekuasaan, sementara kesejahteran rakyat semakin jauh dari dapurnya.

Enam Tuntutan Reformasi 1998.
Sebab pengalaman mengajarkan kita bahwa gerakan reformasi 1998 hanya sekadar mengganti penguasa, gerakan yang nyaris tanpa konsep solusi bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kesejahtraan nasional. Enam tuntutan reformasi yaitu :
1. Supremasi hukum
2. Pemberantasan KKN
3. Pengadilan mantan Presiden Soeharto dan kroninya
4. Amandemen konstitusi
5. Cabut dwifungsi TNI/Polri
6. Pemberian otonomi daerah seluas- luasnya.

Sayangnya implementasi enam tuntutan tersebut tidak terkonsepsi pada infra dan sufrastruktur kehidupan bernegara, sehingga pemerintahan berkuasa yang terbentuk kemudian tidak terikat dengan enam tuntutran reformasi tersebut secara konstitusional.

TRITURA Angkatan 66.
Sangatlah berbeda dengan gerakan reformasi angkatan 1966 yang dimotori oleh gerakan mahasiswa diantaranya oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dengan tuntutan yang dikenal sebagai TRITURA atau tiga tuntutan rakyat yaitu :
• Turunkan Harga
• Bubarkan PKI
• Retooling Kabinet.

Selanjutnya Tritura ini terkonsepsi pada pola pembangunan nasional berencana lima tahun ( Repelita ) dalam bentuk Garis Besar Haluan Negara ( GBHN ) yang mempunya prinsip :
• Stabilitas Politik
• Stabilitas Ekonomi
• Pemerataan Pembangunan

Bahkan untuk tuntutan Bubarkan PKI sebagai starting point stabilitas politik sangat jelas landasan kosnstitusionalnya yaitu berupa Ketetapan (TAP) MPR RI nomer 25 tahun 1967. Dengan demikian stabilitas politik sebagai kebijakan pemerintah adalahkehendak seluruh takyat Indonesia yang dimandatkan melalui MPR RI.

Sekarang pertanyaannya apakah gerakan #2019GantiPresiden yang dengan gegap gempita menggaungkan problema besar dan berat bangsa ini….lantas apa konsep solusinya.
Kita memang berharap terjadi #2109GantiPresiden. Tetapi janganlah sampai terjadi hanya sekadar ganti mengganti kekuasaan, sementara kesejahteran rakyat semakin jauh dari dapurnya.

“Oke….Ivan…saya bisa mengajarkan kamu bagaimana berdoa dengan baik agar kamu cepat bertemu ibumu”.
Dan lelaki itupun mulai ‘membacakan’ doanya dan meminta bocah itu menirukannya., namun si bocah berkeras itu menolak.
“Itu doa cara kamu kepada tuhan kamu…Saya Ivan berdoa kepada tuhan saya sendiri”
cetus si bocah, tak lagi peduli kepada lelaki tadi dan kembali kemit kemot :
Hkdf hkhf sahlf nllflf kdhshd……..eeemmmmmclok bressss
Hkdf hkhf sahlf nllflf kdhshd……..eeemmmmmclok bressss
Hkdf hkhf sahlf nllflf kdhshd……..eeemmmmmclok bressss
Ljljh ffers jtht hua sing sulakot braaaa… eeemmmmmclok bressss
Ljljh ffers jtht hua sing sulakot braaaa… eeemmmmmclok bressss
***
Pukul 6.30 PM Kota Berlin dengan langit cerah mendorong lelaki itu untuk mengunjungi warung pojok Tempelhof sekedar menikmati kopi. Ketika beranjak pulang kembali ke asrama Kolping Haus…..dikejauhan dia menyaksikan si bocal berjalan ria disamping seorang ibu muda. Ketika semakin dekat, nyatalah bahwa ibunya memang sangat cantik.
Musim panas memang akan segera berakhir di kota Berlin. Wanita itu memakai baju dengan belahan dada rendah agar lebih banyak tertimpa sinar ultra yang konon bisa melindunginya dari serangan kanker payudara.
Benar…ibu si bocah terlihat sangat sehat dengan body yang denok. Apalagi rambutnya pirang dengan mata dan bentuk bibir yang memancarkan senyum secara alami. Bentuk tubuhnya sangat harmoni…body yang sempurna.
Ketika mereka berpapasan, si bocah tidak mengatakan hello atau apapun tetapi sorot matanya jelas memancarkan pandangan bak seorang pahlawan perang kembali dari medan tempur. Aroma kemenangan Ivan Perestroika dirasakan dari sorot pandang matanya. Doa anak itu, doa Ivan terbukti makbul…
Tetapi si lelaki nampaknya lebih terkesima kepada ibunya Ivan…”busyeeet bahkan lebih cantik dari bidadari” hatinya berbisik.
Lebih cantik dari bidadari….Satu, dua, tiga…..lima langkah sudah lewat dan lelaki itu tak tahan untuk tidak berpaling karena merasa tidak cukup dengan hanya menengok saja agar bisa menikmati pemandangan indah tubuh wanita dari belakang. Mungkin libidonya naik, karena aroma wangi tubuh wanita itu melesat lewat hidung merambah otaknya. Oughhh mana tahaaaan…….Diapun berpaling………
Opssst… Lelaki itu hampir pingsan…… dia tidak percaya dengan penglihatannya sendiri. Lelaki itu hanya melihat si bocah kemit kemot melambaikan tangan kecilnya tidak bersama sang bidadari disampingnya…………Gone with the wind.
*****
Teriring Salam kepada alumni IIJ Berlin.

 

Oleh : Syam Jr.
Lelaki itu terhenti langkahnya ketika menyaksikan bocah seusia TK yang kemit kemot mulutnya seperti sedang berdoa. Lebih menarik lagi ketika dia lebih dekat. Terdengar si bocah berceloteh dengan kosa kata yang sangat asing baginya, meski birama teratur tetapi jelas bukan sedang bernyanyi ataupun menangis.
Hkdf hkhf sahlf nllflf kdhshd……..eeemmmmmclok bressss
Hkdf hkhf sahlf nllflf kdhshd……..eeemmmmmclok bressss
Hkdf hkhf sahlf nllflf kdhshd……..eeemmmmmclok bressss
Ljljh ffers jtht hua sing sulakot braaaa… eeemmmmmclok bressss
Ljljh ffers jtht hua sing sulakot braaaa… eeemmmmmclok bressss
……
Lelaki itu penasaran dan mencari tahu apakah bocah ini bersama orang tuanya atau inang pengasuh sebagaimana mestinya bocah seusianya berada luar rumah. Tetapi tidak nampak sesiapapun. Naluri lelaki itu mendorong hasratnya untuk bertanya.
“ Cah baguuss, kamu sedang apa disini, mana orang tuamu”, dua kali dia bertanya seperti itu dan sama sekali tidak dihiraukan apapula dijawab menolehpun tidak.
“ Cah baguuss, kamu sedang apa disini, mana orang tuamu”
“Aku bukan cah bagus, aku punya nama”.
Wow ternyata bicaranya cerdas.
“Jadi namanya siapaa”
“Namaku Perestroika….Ivan Perestroika”
“Kenapa kamu disini diluar, mengapa tidak bersama ibumu”.
“Disini Ivan sedang berdoa agar ibuku kembali. Tuhan pasti mengembalikan ibuku.”
Lelaki itu berfikir untuk menanyakan dimana sang ibu dan apa yang terjadi. Tetapi dia tidak ingin jika pertanyaan itu akan membuat si bocah sedih.
( masih dicari sambungannya…hehehe )

Dr Yusril Ihza Mahendra SH MSc, mantan Menkum-HAM datang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, Jumat (9/2/18) menggugat SK Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor yang mencabut izin usaha pertambangan usaha produksi (IUP-OP) anak perusahaan PT Sebuku (Silo Grup) di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru. Demikian situs on line Banjarmasin Post.CO.ID mengbarkan.

Kesenian Betawi Ondel Ondel “terpaksa ngider” demi bertahan hidup. Penomena yang terasa ada terkatakan tidak. Larut dalam hiruk pikuk keramaian Car Free Day sepanjang Jalan Jend. Soedirman – M.H. Thamrin dan Bunderan HI – Jakarta.

Jadilah ulat, ujar penceramah memberikan tamsil kehidupan dalam tausiahnya. Ulat yang tadinya adalah hama yang bahkan memakan kotoran menjijikkan, pada proses lingkup hidupnya juga mengalami berpuasa ketika dalam kepompong. Selanjunya ulat akan berubah menjadi kupu kupu dengan warna warni yang indah. Ulat mengabdikan hidupnya dengan melakukan serbuk sari pada bunga tanaman yang akan menghasilkan buah. Buah buahan menjadi sumber makanan bagi kehidupan manusia. Ulat melakukan “amal kebajikan” bagi kehidupan melalui proses berpuasa dalam kepompong. “ Jadilah seperti ulat”, demikian ujar sang penceramah.

Menyimak tausiah tersebut lantas cucu saya bilang….nggak mau ah jadi ulat. Iya kalau berlanjut jadi kupu kupu. Kalau tidak sempat jadi kupu kupu? Gimane kalau mati ketika masih jadi ulat yang makan kotoran menjijikan…nggak sempat puasa?

 

 

Happy New Year 2017 – Selamat Tahun Baru 2017. Sukses mengarungi samudera kehidupan. Sukses masa depan. Kedamaian dan kesejahteraan selalu bersama anda. Semoga Allah Memberkati. Peace be upon you #PeaceBeUponYou #PBU

Sejak jaman Nabi Adam AS bersama Siti Hawa hingga kapanpun atau katakanlah sampai “lebaran kuda” yang namanya manusia selalu berinteraksi, disebut interaksi sosial. Guru bapaknya para guru kakek guru biang guru moyang guru menyebutnya bahwa manusia adalah makhluk social.
Interaksi social memerlukan aturan yang disebut hukum. Bagaimana hukum terbentuk, tentu ada prosesnya, diantaranya adalah proses politik. Hukum membentuk kekuasaan dan kekuasaan menjadi rebutan yang memerlukan dukungan public yang terkait dengan perilaku social karena kepentigan yang beragam dan tingkat kecerdasan atau inteletualitas serta keyakinan yang berbeda.
Dalam konsep keagamaan, perilaku social atau moralitas membutuhkan bimbingan. Secara teologis, hanya Tuhan yang maha kuasa yang menjadi sumber bimbingan kehidupan manusia sebab Tuhan adalah yang maha pencipta. Tuhan turunkan Nabi Adam AS sebagai pemimpin di bumi.
Tuhan turunkan para pemimpin atau leader, para nabi dan rasul yang menerima wahyuNya sebagai pedoman moralitas manusia agar kehidupan manusia penuh kedamaian . Kehidupan manusia yang ibadah. Inilah konsep leadership dari pandangan keagamaan.
Tetapi kita sering dengar orang mengatakan agar antara agama dan politik harus dipisahkan. Pandangan seperti ini saya kira bersumber pada filsafat materialism yang menganggap bahwa alam ada dengan sendirinya tanpa penciptaan. Filsafat yang membantah teologi, bahwa alam semesta raya ini diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, bukan ada dengan sendirinya.
Filsafat meterialisme yang kemudian memunculkan atheism. Tegasnya mereka yang memisahkan agama dari politik – politik terpisah dari agama adalah pendukung atheism – pendukung teori meterialistik. Ideologi komunisme. Pandangan ini juga merupakan pandangan lieberalisme karena liberalisme adalah sisi lain dari materialisme pada sekeping koin.
Keduanya berlawanan dengan pandangan keagamaan – kedua paham tersebut tidak mengakui penciptaan, membantah sunatulah , tidak mau dengan aturan tuhan. Pertentangan ideologis ini memunculkan gerakan politik yang merupakan keniscayaan. Jadi bagaiama mungkin muncul premis yang mengatakan bahwa antara agama dan politik harus dipisahkan.
Sampai “lebaran kuda” antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan.****

Banjarmasin, 12 Nopember 2016

Syam JrRakyat yang cerdas tidak akan mendukung politik transaksional sebab hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yaitu semangat anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KKN. Politik bagi bagi jabatan sebagai imbalan dukungan politik bersifat transaksional dan karenanya diangap sebagai bentuk praktik KKN. Jargon politik yang ampuh – Rakyat sudah cerdas.
Jargon anti politik transaksional menjadi salah satu isu strategis Joko Widodo memenangkan jabatan Presiden. Isu strategis terkait dengan opini dikembangkan bahwa rakyat yang sudah cerdas, tidak akan mendukung politik bagi bagi jabatan, politik transasional. Isu strategis ini bermakna pemisahan atau mungkin lebih tepat pengelompokan pada tingkat grass root. Bahwa memilih Jokowi berarti masuk dalam kelompok jajaran rakyat yang cerdas.
Dapat dipelajari bahwa cara ini adalah cara yang ampuh dalam rangka kampanye pemenangan pemilihan presiden dimasa yang akan datang. Pengalaman menjadi pertimbangan langkah berpolitik ke depan, terlepas dari apakah implikasinya negative atau sebaliknya. Membangun suatu plat form anti politik transaksional guna menggalang dukungan politik rakyat. Mesin politik pendukung bekerja pada suatu plat form tersebut dengan isu utama yaitu bahwa rakyat yang cerdas anti KKN, anti bagi bagi jabatan, anti politik transaksional.
Mesin politk berupa organisasi kelompok kerja yang disebut sebagai kelompok relawan. Diantaranya sebut saja Relawan Salam Dua Jari Jokowi dengan figure Fadjrul Rachman. Relawan Kawan Jokowi dengan tokoh muda Diaz Hendropriyono. Imam Sugema – Megawati Institute. Relawan tim ahli Hendri Safarini, Pataniari Siahaan, Sony Keraaf. Relawanyang masuk Tim Transisi yaitu Hironimus Hilopak dan Cahaya Dewi Rembulan Sinaga.
Tapi itu semua hanya sekadar catatan pengingat masa kampanye. Sekarang tentu harus realistis menhadapi derita apa yang sedang ditanggung. Berbagai masalah yang muncul kemudian, sebagai konsekuensi logis kebijakan pemerintahan on going, tentu tidak bisa diselesaikan dengan penyesalan masa lalu. Jika keterusan membicarakan masa yang sudah lewat, bisa dibilang tidak bisa move on atau jidatnya dilekatkan stigma nyinyir. Terhenyak pada masa lalu tidak akan menyelesaikan masalah actual, permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat kita.
Pada sisi lain, kesadaran politik tumbuh dari keinginan untuk bersama memperjuangkan aspirasi serupa karena marasa satu ideology, senasib sepenanggungan. Berpolitik adalah upaya bersama memperjuangkan cita cita, pemikiran dan gagasan secara terorganisasi. Dalam konteks organisasi partai politk, tentu berujung pada bagaimana meraih kekuasaan kenegaraan dan pemerintahan. Karena itulah struktur oraganisasi partai umumnya serupa meski tak sama persis dengan tatanan organisasi pemerintahan negara.
Dengan demikian, berbagi kekuasaan adalah keniscayaan ketika berhasil mencapai atau meraih kekuasaan. Sehingga wajarlah jika kemudian sang penguasa berbagi kepada teman seiring seperjuangan. Demokrasi itu sendiri pada dasarnya adalah keinginan rakyat untuk berbagi kekuasaan agar mandat yang diberikan melalui pemilu tidak menjadi praktik abuse of power. Salah guna kekuasaan dan kesewenangan.
Demikian pula, adalah keniscayaan jika kemudian para pemimpin relawan mendapatkan jabatan tertentu. Figure Fadjrul Rachman relawan Salam Dua Jari Jokowi diputuskan jadi Komisaris Utama BUMN PT. Adhi Karya bersama Hironimus Hilapok (Tim Transisi) sebagai komisaris independen. Imam Sugema dari Megawati Institute dapet Komisaris Utama PGN Perusahaan Gas Negara. Relawan Kawan Jokowi dengan tokoh muda Diaz Hendropriyono dianggkat jadi Komisaris PT Telkomsel. Cahaya Dwi Rembulan Sinaga Kader PDIP dapet jabatan Komisaris independen Bank Mandiri.
Nama lain yang tak boleh dilewatkan adalah Sukardi Rinakit yang kini menduduki kursi Komisaris Utama Bank Tabungan Negara ( BTN). DR. Hendri Saparini menjabat Komisaris Utama PT Telkom, Goei Siauw Hong – Komisaris Bank Mandiri, Pakar Hukum Tata Negara DR. Refly Harun sudah lebih dulu jadi komisaris BUMN PT. Jasa Marga. Tidak terbantahkan bahwa figure ini berperan dalam kemenangan Jokowi. Tidak ada yang salah. Sekaranglah waktunya bagi bagi jabatan, kapan lagi kalau bukan sekarang.
Saya kira tidak ada yang salah dengan bagi bagi jabatan ini. Karena bagaimana mungkin, ketika kita berhasil menjadi penguasa negeri ini, sukses memenangkan dukungan rakyat melalui pemilu demokratis, masa sih harus berbagi kekluasaan dengan kelompok berseberangan alias lawan politik. Nggak normal namanya. Kehidupan demokratis itu sendiri pada intinya adalah mengenai bagaiaman berbagi kekuasaan.
Apakah terminologinya termasuk KKN Korupsi Kolusi atau Nepotisme adalah persoalan lain yang tentu butuh pembuktian secara hukum. Panjaaang jalannya bro. Kalau dari sisi pandang lawan politik tentulah ada saja celah yang bisa di “permasalahkan”. Mengkonter hal ini cukup dengan hanya satu kata “nyinyir” he he he.
Kembali ke alinea pertama artikel ini, bahwa rakyat yang sudah cerdas tidak akan mendukung politik transaksional sebab hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yaitu semangat anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KKN. Politik bagi bagi jabatan sebagai imbalan dukungan politik bersifat transaksional dan karenanya diangap sebagai bentuk praktik KKN.
Bahwa rakyat merasa terbombong sebagai “cerdas” dan kemudian menentukan menjatuhkan pilihan kepada pasangan Jokowi/JK. Mungkin disini masalahnya, ketika harus menghadapi realitas adanya bagi bagi jabatan yang senyata nyatanya, rakyat merasa kehilangan kecerdasan dari kepalanya.
Kok dadine kayak gini……ndasku endi

Ketika Raja Abdullah bin Abdulazis meninggal dunia dan digantikan putera mahkota Pangeran Salman bin Abdulazis, Tercatat tokoh penting Ikhwanul Muslimin Rasyid Al-Ghanusy hadir pada prosesi pemakanam King Abdullah dan penobatan penggantinya Raja Salman. Kedekatan Raja Salman dengan Ikhwanul Muslimin (IM) juga menjadi catatan penting membaca sikap dan arah politik Kingdom of Saudi al Arabia ( KSA ) dibawah Raja Salman terhadap Mesir dibawah Presiden Abdel Fatah al-Sisi.

Tidak membutuhkan waktu lama Raja Salman memecat Duta Besar KSA untuk Mesir Ahmad bin Abdul Aziz Qattan. Dubes Qattan sebelumnya dikenal sebagai kurir kerajaan Saudi Arabia untuk Jenderal Abdel Fattah As-sisi. Pemecatan Qatan adalah signal politik KSA terhadap Presiden Jenderal Al-Sisi terkait isu dan peta politik di Timur Tengah, khusunya perang di Suriah dan sikap terhadap Israel.

Dalam konteks perang di Suriah, sikap Presiden Abdel Fatah Al-Sisi tidak mendukung penyelesaian secara militer yang diserukan oleh kelompok oposisi. Sementara Raja Salman mengambil sikap mendukung, sebagaimana sikap Amerika Serikat yang menggagas operasi militer terbatas di Suriah. Operasi militer terbatas ini tentu dengan tujuan menggulingkan Presiden Suriah Bashar Al Assad yang didukung Iran dan Rusia.

Bashar al Assad adalah presiden Syi’ah atas mayoritas rakyat yang beraliran Sunni. Maknanya dalam konteks pertentangan Syi’ah dan Sunni di peta politik Timur Tengah, sikap Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi adalah moderat. Sebagaimana pernyataan bersama dengan Presiden RI Joko Widodo yang sepakat untuk membentuk group Islam Moderat. Dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Nampaknya Presiden Al-Sisi berhasil mendapatkan dukungan Presiden Joko Widodo.

Lantas apakah Indonesia dibawah Presiden Joko Widodo mempunyai sikap yang sama terhadap Kerajaan Artab Saudi? Raja Salman memandang Indonesia sebagai sunni terbesar di dunia tentu sangat berharap Presiden Joko Widodo memberikan dukungan kepadanya, akan tetapi nampaknya kalah satu langkah kuda dengan Mesir.

Pemberian kehormatan berupa Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung penghargaan ini merupakan Order of Merit atau bentuk apresiasi tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi bagi pemimpin negara sahabat. “Medali itu artinya sebuah penghormatan dan sekaligus persahabatan bagi seorang kepala negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia,” ujar Pramono Anung dalam siaran persnya dari Istana Raja Faisal, Jeddah, Arab Saudi.

Pemberian bintang kehormatan tersebut adalah langkah diplomatik sempurna Raja Salman, menang dalam peperangan tanpa bertempur menurut ajaran Jenderal Sun Tzu. Atau ungkapan peribahasa Jawa Menang tanpa Ngasorake. Lebih lengkap Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake. Secara harafiah dapat diartikan: Kaya tanpa Harta, memiliki Kesaktian tanpa Ilmu/benda pusaka, Menyerang tanpa bala Pasukan, Menang tanpa Merendahkan.

Bagi Presiden Joko Widodo yang mendapat penghargaan dari Raja Salman berupa Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal, bukan berarti tanpa beban diplomatic. Apalagi jika dalam konteks perebutan pengaruh di Timur Tengah. Apalagi jika dalam konteks perebutan pengaruh di Timur Tengah. Terutama ketika  KSA menghadapi Republik Islam Iran dan Republik Turki dibawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Budaya bangsa kita tidak mudah melupakan budi baik, tidak mungkinlah berpaling kelain hati ketika sudah menerima bintang kehormatan tertinggi Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud jelas menang tanpa ngasorake.

Terutama ketika  KSA menghadapi Republik Islam Iran dan Republik Turki dibawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Budaya Indonesia tidak mudah melupakan budi budi baik, tidak mungkinlah berpaling kelain hati ketika sudah menerima bintang kehormatan tertinggi Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud jelas menang tanpa ngasorake.


Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 221.532 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Oktober 2020
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031