Syam Jr Weblog

Posts Tagged ‘Bung Karno

Ada apresiasi gamang muncul ketika nama Budiono, Gubernur Bank Indonesia digadang gadang sebagai bakal cawapres SBY pada Pilpres 9 Juli 2009. Gamang tidak pada beliau yang profesional tetapi lebih kepada terminologi figur dari institusi Bank Indonesia. Jika memang betul sebagai bakal calon “jadi” untuk SBY, maka mungkin satu pemikiran berkembang bahwa SBY membutuhkan figure wakil yang mumpuni untuk melakukan “intervensi” terhadap bank sentral, manakala diperlukan. Apabila benar gagasannya seperti ini maka independensi Bank Indonesia dalam posisi terancam.

Independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral harus tetap terjaga untuk tidak mengulangi kesalahan sejarah in the case of the  Javasche Bank. Sejarah mengajarkan agar jangan pernah ada niat untuk menempatkan Bank Indonesia sebagai institusi pemerintahan. Bank Indonesia harus tetap independent sebagai intitusi negara.

Pemerintahan Kerajaan Belanda melalui Konprensi Meja Bundar di Denhag (The Hague) pada 27 Desember 1949 berhasil memaksa politisi Indonesia untuk menerima De Javasche Bank sebagai bank sentral Republik Indonesia Serikat (RIS). Makna intinya, seluruh utang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, termasuk utang pembelian persenjataan kepada negara sekutu Belanda tidak dibebankan kepada Ratu Wilhelmina tetapi dibebankan kepada Indonesia sebagai prasyarat pengakuan kedaulatan. Charter of Transfer of  Sovereignty.

Konon pada tahun itu jumlah utang yang harus menjadi beban bangsa ini mencapai 4,3 milyar Gulden. Seluruh kerajaan di Nusantara yang mengikatkan diri pada RIS memberikan jaminan kolateralnya atas “utang” tersebut sebagai konsekuensi logis menyetujui isi dokumen hasil Konprensi Meja Bundar (KMB). Apakah jaminan kolateral itu memang likuid…wallahu’alam. Yang pasti isue ini kemudian berkembang menjadi rumor seputar “Harta Karun Bung Karno”.

Akankah dalam lima tahun kedepan republic ini mengejar harta karun tersebut. Fragmen diatas saya tampilkan untuk meraba atau katakanlah membaca pikiran mengenai gagasan menempatkan figure yang mumpuni seperti Budiono sebagai bakal cawapres. Langkah mengumpulkan raja raja nusantara di istana minus Sri Sultan Hamengkubuwono X beberapa bulan yang lalu, tidak dapat dinafikan begitu saja.

Terlepas dari semua “khayalan” tentang kasus the Javasche Bank dalam konteks KMB Denhag. Persetujuan terhadap hasil konprensi meja bundar pada dasarnya tidak dapat di ratifikasi karena bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945. Amanah konstitusi adalah membentuk Bank Indonesia dengan Undang Undang, tidak melalui dokumen KMB. Eksistensi de Javasche Bank sebagai bank sentral memang tidak pada UUD 1945 tetapi UUD RIS.

Bank Indonesia kemudian telah dibentuk sesuai dengan amanah konstitusi, amanah UUD 1945. Tetapi bagaimana dengan “utang” de Javasche Bank yang konon telah lunas pada 2003?  Misteri nampaknya masih tersimpan di Bank Indonesia termasuk masalah “jaminan kolateralnya” itu tadi. Apakah jaminan tersebut sudah dicairkan atau belum? Siapa yang terima, kapan? etc etc……Atau memang asli tidak ada alias nihil, artinya betul betul khayalan para pemburu “harta karun Bung Karno”?

Demikian pula dengan kedaulatan negara Republik Indonesia yang diakui oleh Kerajaan Belanda yaitu pada 27 Desember 1949 sementara seluruh rakyat Indonesia menyatakan kedaulatannya sejak 17 Agustus 1945. Diakui ataupun tidak diakui oleh masyarakat internasional,  bangsa Indonesia tetap memiliki kedaulatan negaranya. Pengakuan internasional berupa penyerahan kedaulatan melalui KMB hanya memberikan advantage kepada negara kreditor untuk menagih “warisan utang” kolonial Belanda kepada bangsa ini.

Independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral harus tetap terjaga untuk tidak mengulangi kesalahan sejarah in the case of the Javasche Bank. Tolong jangan pernah ada niat untuk menempatkan Bank Indonesia sebagai institusi pemerintahan. Bank Indonesia harus tetap independent sebagai intitusi negara.

Kampanye politik yang lagi ngetren dibicarakan aktivis partai adalah iklan yang menampilkan para pahlawan diantaranya Bung Karno dan Pak Harto. Saya gunakan istilah aktivis partai karena untuk disebut sebagai politisi terasa kurang representatif. Aktivis yang pokoknya asal debat saja biar dianggap tokoh. Maksudnya, dengan memperdebatkan masalah iklan politik kali ini, target nilai keuntungan politiknya tidak begitu signifikan untuk kepentingan partainya sendiri apalagi untuk kepentingan nasional.

Baca entri selengkapnya »


Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 213.954 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

April 2019
S S R K J S M
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930