Syam Jr Weblog

Posts Tagged ‘fatsun

Setelah sekian lama JK dengan gigih mempertahankan loyalitas kepada rakyat pemilihnya dengan cara tidak menyatakan diri bersedia maju sebagai Capres Partai Golkar, akhirnya tembok fatsun politiknya jebol juga. Sungguh berat mengambil keputusan dibawah tekanan antara loyal kepada Partai Golkar atau tetap loyal kepada pemilihnya. Sunguh berat untuk bertahan pada prinsip ” My loyality to my party will end when my loyality to my country begin” – John Fitzgerald Kennedy.

Keyakinan dan kesadaran penuh untuk tetap berada dalam koridor konstitusi UUD 1945 dalam konteks sebagai incumbent maka loyalitas terhadap pemilihnya merupakan fatsun politik, Mengapa? sebab konstitusi menyatakan bahwa : Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. Demikian tercantum pada Bab III pasal 6A ayat 1 Undang Undang Dasar 1945.

Saya yakin itulah dasar pemikiran JK, mengapa beliau selama ini bertahan untuk tidak menyatakan dengan tegas bersedia maju sebagai Capres 2009. Samar samar diungkapkan dengan retorika bahwa Capres Partai Golkar akan ditentukan setelah pemilu legislatif. Latar belakang pertimbangan ini yang tidak banyak dipahami secara luas bahkan oleh kader Partai Golkar sendiri, karena diliputi oleh kecemasan dan ambisi para caleg untuk memenangkan Pemilu Legislatif 2009

Sekarang era keterbukaan, mengapa pendirian prinsip loyalitas kepada pemilihnya itu tidak dinyatakan saja secara tegas kepada publik?

Satu hal harus diingat dan diperhatikan bahwa SBY telah menyatakan bersedia maju sebagai Capres Partai Demokrat. Akan sangat kontradiktif seandainya JK mengatakan bahwa dia memegang fatsun politiknya karena tunduk kepada konstitusi. Pernyataan itu langsung menghancurkan kesatuan SBY-JK sebagai pemegang mandat mayoritas kedaulatan rakyat. Jalannya pemerintahan akan langsung amburadul karena perpecahan. Rakyat menjadi korban.

Pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang mengemban mandat karena dipilih secara langsung oleh rakyat pada Pilpres 2004 yaitu SBY-JK sejatinya mengakhiri loyaltas kepada Partai Demokrat yang mengusungnya. Demikian juga terhadap JK kepada Patai Golkar dalam hal mana baru menjadi Ketua Umum dalam Munas Bali, justeru setelah dia terpilih menjadi Wapres.

Memang ada argumentasi bahwa SBY maupun JK harus loyal kepada partainya karena dia dipilih oleh pendukung partai. Faktanya tidak demikian karena hasil Pemilu Legislatif 2004, Partai Demokrat, perolehan suaranya kecil yaitu hanya 7,45% atau cuma rangking ke 7 dari tujuh partai teratas. Orang dengan mudah melupakan bahwa pasangan SBY-JK dipilih dengan mayoritas signifikan sebesar 60.62% atau 69.226.350 suara sah rakyat Indonesia.

Tapi begitulah dunia politik mengkondisikan bahwa bangsa ini terus menerus “belajar berdemokrasi” sebagai suatu idiom politik sebagaimana dimasa Bung Karno dengan istilah “Revolusi Belum Selesai” dimasa Pak Harto ” Pembangunan Berkesinambungan” dan entah apalagi pada perubahan mendatang.

Inilah ungkapan John Fitzgerald Kennedy, tokoh legendaris Amerika Serikat, bahwa ”loyalitas saya kepada partai berakhir manakala pengabdianku kepada negara dimulai”. Barangkali ungkapan tersebut diucapkan pada pidato kampanye atau pada saat dia diangkat sebagai presiden. Suatu pernyataan yang merupakan komitmen kepada seluruh rakyat Amerika. Sebuah penegasan bahwa kebijakan yang akan dilakukannya adalah untuk seluruh rakyat dan bukan hanya untuk sebagian pemilih saja, alih alih untuk kepentingan partai sendiri yang mengusungnya sebagai kandidat presiden.
Setiap warga negara bebas untuk menyatakan pandangan dan pendapatnya tetapi tidak dapat diartikan sebagai mewakili pandangan dan pendapat publik meski disampaikan melalui demo besar besaran. Aspirasi yang disampaikan anggota senat maupun kongres terikat fatsun politik dan nilai apakah argmentasinya mampu mengungguli argumentasi pemerintah. Sistem demokrasi menempatkan pandangan dan kebijakan presiden merupakan representasi kepentingan seluruh rakyat.

Prinsip winner for all dalam sistem pemilihan langsung di Amerika Serikat maka seorang kandidat presiden yang memenangkan pemilu difahami sebagai pemegang mandat seluruh rakyat, tidak dipengaruhi oleh berapa persen mayoritas kemenangan diperoleh. Hal ini menjadi fatsun politik, termasuk bagi anggota senat maupun kongres yang menjadi representasi partai partai. Inilah korelasi penyataan JFK diatas.

Baca entri selengkapnya »


Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 221.531 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Oktober 2020
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031